Luhut Optimis Harga Minyak Goreng Jadi Rp 14.000 dalam 2 Pekan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan optimistis harga minyak goreng curah di lapangan bisa mencapai kisaran harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000 per liter. Dia sepakat bahwa mewujudkan distribusi lokal adalah kunci pengendalian harga minyak goreng yang baik.

Dalam 2-3 minggu ke depan kita akan melihat bahwa situasinya akan membaik. Banyak hal yang harus diperhatikan agar semua tujuan dapat tercapai dengan baik dan tepat sasaran,” kata Menko Luhut dalam conference call, Minggu (5 Juni).

Tak hanya di hilir, Luhut juga ingin meningkatkan pengelolaan minyak sawit mentah atau CPO di sisi hulu. Agar masalah minyak goreng ini tidak terjadi lagi, penerimaan pemerintah juga meningkat.

Di hulu, pemerintah harus terus meningkatkan kesejahteraan petani sawit. Di hilir, pemerintah perlu memastikan masyarakat dapat menemukan dan membeli minyak goreng dengan harga yang wajar,” kata Luhut.

“Sementara itu, pemerintah juga perlu meyakinkan perusahaan minyak nabati, distributor dan pengecer bahwa mereka dapat bergerak sesuai dengan biaya produksi. Dan itu pasti terjadi, jadi kita tidak ingin pengusaha atau UMKM tidak mendapatkan keuntungan yang layak,” jelasnya.

Meski larangan ekspor CPO telah dicabut, pemerintah dikatakan tetap berkomitmen menjaga harga minyak goreng bagi masyarakat. Luhut juga meminta semua pihak yang terlibat untuk bekerja sama mengikuti instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ekspor menjadi penting karena mempengaruhi penerimaan petani sawit. Jika ekspor meningkat, semua rantai produksi dan distribusi dapat dilanjutkan. Kami juga berharap harga TBS (bundel buah segar) dari petani akan membaik,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.